Sinopsis :
Cerita ini menceritakan
Tentang Pembunuhan sadis di masa Kronolia Belanda di sebuah rumah sakit yg
Konon adalah Tempat Persembunyian dari Para Penjajah. Semua Orang-orang yang
bersembunyi di tempat itu dibunuh secara Sadis Oleh bangsa Belanda. Misteri ini
pernah mengejutkan beberapa negara Karena banyak Orang yang Menjadi saksi dan
Orang-orang di sekitar sering Mendengar jeritan Minta Tolong dan Tangisan bayi
dari Terowongan Ini.
Banyak Masyarakat
yang mengakui bahwa Terowongan Itu Masih Ada penunggu dan Masih bannyak Mayat
yang belum bisa d.temukan dan Misteri yg belum bisa d.ungkapkan.
Dulu Semua Orang
mati dengan Cara yang sadis dan tak ada ampun bagi Mereka.
Kepala Mereka ditebas
kemudian tubuh mereka di potong dan disebar dimana-mana, digantung, dipacung
bahkan ada yang dimutilasi
Sebagian Orang Mengatakan
banyak wanita hamil yang Menderita karena bayi mereka diambil dari kandungan
dgn cara merobek perut para ibu hamil dengan sadis kemuadian mengubur anak
mereka hidup-hidup.
Bagaimanakah
Perjalanan Veebha, Pooja, Shafaq, Paras, Vin, Shaheer, dan Lavanya
Membongkar
Misteri dalam Terowongan Itu ??
Simakk Hanya di
Sini
Part 1
Di sebuah Rumah
sakit terbesar di Delhi terdapat sebuah Terowongan yang sangat Misterius dan
tidak satupun ada Orang yang mengetahui apa isi sebenarnya dari Terowongan itu.
Orang-orang mengatakan
itu adalah Terowongan Peninggalan bangsa belanda pada masa penjajahan untuk
bersembunyi.
Tapi tidak satupun
Orang yg berani masuk. Jalankan masuk Melihat Terowongan itu saja Orang selalu
brpaling dan Merasa ketakutan.
Pada hari itu Pooja,
Shafaq, Shaheer, Vin, Paras, dan Lavanya sedang Menjenguk Nenek Veebha yg
sedang sakit dan kebetulan di rawat di rumah sakit itu.
Dia adalah satu-satu
nya Kerabat Veebha sejak Kecil dia diurus Neneknya karena kedua orang Tua nya
sudah Meninggal ketika dia masih berumur 3 tahun.
Veebha sangat
Menyayangi Neneknya. Siang, Malam dia berjaga Menemani Neneknya
Paras :: Nenek
kamu belum sadar juga Veebha ??
Veebha hanya
Menggeleng kepala degan Pasrah dan Menoleh ke arah Nenek.a yang Masih terbaring
Kritis.
Pooja :: Veebha,
kamu nggak apa-apa kan ??
Veebha hanya diam
dan Masih Melihat ke arah Nenek nya
Shafaq :: Veebha yang
sabar yaa !!! aku yakin Nenek mu baik-baik aja dan kamu harus berdo’a demi ke
sembuhan Nenek mu
Vin :: Ayoo
Semangatt !!
Lavanya :: Alahhh
Udehh tua juga.. Masihh aje direnungin !!!! Veebha Itu Nenek loo tinggal Inailahi.
Veebha Menatap
tajam Lavanya
Veebha :: Diem
kamu Mau aku Bergol tuhh Mulut
Pooja :: apa sihh
luu resekk amat bukannyaa kasih semangat !!
Lavanya :: Lahh Emang
gue salahh ??
Veebha Brdiri
menghampiri Lavanya....
TaakkKkkk
Sebuah Kaki Lepas
Menghampiri bagian Utama Lavanya
Lavanya :: adohhhh
!! " Memegang bagian Utama " Dassar Singa Daratt Luu
Mereka hanya tertawa
Melihat kelakuan Lavanya
Lav :: Lahh,,,Lahh
kOq gue jdi pngn Pipis....Vin anterin gue yUkk
Vin :: Ogahhh
Lav :: Rass
Paras :: Ogahhh
Trsisa
Shaheer
Lav :: Shah Plisss
Shah :: Iya-iya
Shah dan Lav Pergi
ke kamar kecil dan Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi yg berasal dari
pintu menembus Terowongan itu !!
Suara-suara Bayi
dan Anak-anak kecil yang sedang bermain bagai ada kehidupan di balik Pintu itu.
Shaheer dan Lavanya
Mndekati Pintu Itu DAN ???
-Bersambung-
Part 2
Veebha :: Woy
kalian Ngpaiin ??
" Aaaaaaa
!!!!!! "
Lav brteriakk
layaknya suara wanita dan meloncat ke arah Shaheer karena kaget.
Krikkk...Krikk
Krikkk....Krikkk (Suara
Jangkrik)
Shah dan Vee hanya
bengong melihat kelakuan Lavanya
Lav :: Hehehe
Vee :: hahaha,,,kamu
ngapain disini ??
Lav :: Tau Nihh
Shaheer
Shah :: Tadi gue
denger suara di sini, Veebha !!!!
Vee :: kamu ngaco
banget sih !!!!!
Shah :: kamu mah gitu,,,kamu
nggak percaya sama aku
Vee :: Lagian Mana
Mungkin ada suara di sana....Lahh tuhh Kamar udeh kosong kagak ada yang pakek
Lav :: Jadi nie
kamar ??
Vee :: Kata dokter
sihh gitu,,,Hati-hati lohh tuu kamar
keramatt (Ucap Veebha Menakut-nakuti)
Lav :: Kagakk
takut gue
Krikkk Krikk
Veebha dan Shaheer
menoleh ke arah Lavanya
Lavanya :: Itu kan
tadi,, skarang aku udah berani
Veebha :: trserahh
kamu dehh,,, buruan balikk
Mereka pergi meninggalkan
Terowongan yang dikira adalah sebuah kamar yang kosong tak berpenghuni
Shaheer masih curiga
dgn kamar itu dia masih bertanya-tanya dan penasaran isi dari kamar itu
Poo :: Vee kita
udah mutusin kalo kita bakal Nginep malam ini di sini nemenin kamu
Vee :: makasih ya
teman-teman
Vin :: Yo'iii
Malam itu Cuaca
sdang hujan petir dan gerumuh sesekali Merngagetkan Mreka Rumah sakit yang tua
itu trlihat sperti rumah sakit Tua tak brpenghuni d.tambah bangunan yG sudah
Mulai retak dan Lantai dipenuhi Lumut. Shaheer tidak bisa tidur karena terbayang
degan suara-suara yang dia dengar dari terowongan itu dan dia memutuskan untuk
prgi mencari tau isi Terowongan yang dia kira adalah kamar Kosong tak berpenghuni.
Paras :: Kemana
kamu Heer ??
Shah :: aku ada
urusan sebentar
Paras :: Mau aku
temeniin ??
Shah :: nggak biar
aku sndiri
Shaheer pergi
Mendekati kamar itu..
Makin
Dekattt,,,Makinn Dekatt
Sesekali Gemuruh
Mengagetkan Shaheer tpi dia hanya Mengelus dada dengan Melangkahkan kakinya
Mendekati terowongan itu
Suara Bayi dan
Anak" sdang brmain trdengar lagi d.telinga Shaheer
-Bersambung-
Part 3
Shaheer Membuka
Pintu yang di kiranya sebuah kamar kosong tak berpenghini itu.
Ketika di buka
Shaheer terkejut melihat sebuah lorong panjang dengan tembok yang sudah retak
dan lantai yang berlumut. Shaheer Melangkahkan kakinya Terlihat sebuah Kursi
roda tua menghentikan Langkah kakinya.
Shaheer Memandang
tajam Kursi Roda itu. Tiba-tiba Dia merasa ada sosok yang berdiri di sudut
pintu di belakangnya.
Cucuran keringat
mulai Membasahi wajah Shaheer. Saat itu suasana sepi dan Cuaca masih Hujan Gemuruh
dengan kegelapan yang di terangi sebuah lampu senter yang dibawa Shaheer.
Saat itu kini
mulai terasa hingga Bulu tangan dan Kaki Shaheer Mulai Merinding. Shaheer mencoba
menolehkan kepalanya melihat sesuatu yang membuatnya merasa takut itu.
Terlihat seorang
perempuan berambut panjang, wajah pucat, dengan goresan dan Darah memenuhi
wajahnya, dengan pakaian putih dan Darah yang mengotori pakaiannya.
Ketika Shaheer
hendak menoleh sehelai rambut yang turun dari atas menghentikan kepalanya.
Perlahan dia
menggerakan kepalanya ke atas dengan rasa ragu dan takut.
"
Aaaaaaaaaaaaa !!!!! " Shah berteriak kencang ketika Melihat kepala yang tergantung
dengan darah yang bercucuran di lantai.
Kepala di temani
jantung dan Seisi perut tanpa badan dengan rambut yang teracak dan wajah yang
penuh darah, tangnnya yang keriput lecet dengan Luka.
Kepala itu tergantung
tepat di wajah Shaheer. Perempuan dengan wajah pucat dan Mulut yang stengah
robek deng gigi yang brtaring penuh darah membuat Shaheer makin ketakutan.
"
Pergiii....Pergii kalian dari sini… aku tidak bermaksud Mengganggu kalian (Ucp
Shaheer sambil menutup wajah)
-Bersambung-
Part 4
"Tuhan
Tolonglah aku, Kuatkanlah aku" (Ucap Shaheer sambil Menutup Mata)
Kursi Roda yang
tadinya diam kini Mulai bergerakk. Terlihat seorang perempuan Hamil yang tengah
duduk Sambil Mengelus-elus perutnya.
Ketika Perempuan
itu perlahan Menggerakan kepalanya ke arah Shaheer.
" Aaaaaaaaa
!!!!! "
Shaheer Makin
berteriakk Kencang. Melihat Wajah perempuan yang tak berkulit wajahnya penuh
darah tanpa kulit yang melapisinya, Rambut yang teracak-acak.
Perempuan itu
Menatap tajam Shaheer.
Tiba-tiba ia
berdiri dan Perlahan Menggerakan tangannya ke Mulutnya lalu Merobek Mulutnya
dengan tangannya sendiri hingga bercucuran darahhh yang Makin Menempel di
wajahnya yang tak terlihat jelas karna tertutupi darah kental.
" Jangn
dekatii aku… Pergii kau !! Tuhanku Lindungilah aku (Teriak Shaheer)
Perempuan itu
Menjulurkan tangannya yang tak berkulit penuh darah kental yang di sukai lalat.
Tangnnya mengarah
ke Leher Shaheer
Dan
Tiba-tiba
" Shaheer
" (Panggil Seorang wanita dari Luar )
" Tolong aku...
Tolong siapapun di sana Tolonglah aku (Teriak Shaheer)
" Shaheer kau
di mana ?? (Teriak Pooja)
" Pooja !!
Aku di sini Poo... Tolong aku… (Teriak Shah)
Pooja Membuka
ruangan tempat di mana Terowongan yang di masuki Shaheer.
" Shaheer apa
kau di sini ?? (Ucp Poo perlahan Melangkah dalm kegelapan di Terowongan itu)
" Shah... Shaheer
kau di mana Shah " Panggil Poo mulai merasa Khawatir dan takut karna
keadaan masih hujan gerumuh dengn kegelapan di sekitanya.
Pooja Mulai
Mencari Shaheer memasuki bagian Terowongan.
Karena gelapnya
Poo Menggunakan hpnya Untuk menerangi sedikit Terowongan itu.
" Ruangn apa
ini ?? Knp Gelapp skali ?? " (Heran Pooja)
Dubbraaakkkkk
Sesuatu Mengagetkan
Poo
"
Astafirullahhhh....Apa itu ?? Shah apa kau di sana ". Ucp Poo Sambil
Menggigit jari
Terlihat Shaheer
sudah tergeletak tak berdaya dengan doresan Luka di sekujur tubuhnya di lantai
yang sangt kotor dan Hampa itu.
-Bersambung-
Part 4
Pooja terkejut melihat
Shaheer sudah lemah tak berdaya.
"Shaheer
Bangun !! Shaheer Ku Mohon Bangunlah !!" Sedu Pooja Sambil menggoyah goyahkan
tubuh Shaheer yang sudah berlumuran darah.
"Pooja"
Teriak Veebha dan teman-teman Menghampiri Pooja dan Shaheer
"Ada apa dengan
Shaheer Poo?? Apa yg telah terjadi?? Ruangan apa ini sbenarnya??" Ucap
Shafaq Degan Mengajukan Beberapa pertanyaan yang belum pasti diketahui Pooja.
" Entalahh.. saat
aku sampai, ku lihat Shaheer sudah Lemah dan Tak Berdaya seperti Ini "
Sahut Pooja.
Veebha Melihat
Sekeliling Terowongan degan sinis dan tatapan tajam. Melihat Ruangan yang aneh
dan Penuh Lumut itu Membuat Veebha penasaran.
"Terowongan
apa sbenarnya ini" Batin Veebha Mengapa aku begitu tertarik melihat
Ruangan ini??.
Veebha berdiri
tegap dan Mulai Melangkah Menelusuri Terowongan itu.
"Veebha kamu
dimana ??" Tanya Vin.
Veebha hanya diam
dan tak merespon apa-apa dia hanya Fokus pada satu titik pada Ruangan-ruangan yang
ada pada Terowongan itu.
"Huuhhh Bau
Apa ini" Keluh Veebha
Tiba-tiba Mencium
aroma tak sedap
Begitu Pula degan
Paras, Lavanya, Pooja, Shafaq, dan Vin mencium bau busuk yang sama
"Kelihatannya
Baunya berasal dari Ruangan itu" Ucap Veebha.
Veebha dan
Teman-teman Mendekati Ruangan itu Perlahan dia membuka Pintu dan Tiba-tiba Veebha
Menyucurkan air mata Melihat Seorang Nenek yang tergantung lemas degan rambut
yg acak-acakan dan Bacokan di Sekujur tubuhnya di kelilingi Lalat dan Ulat-ulat
yang Menempel pada badannya. Kepala Nenek tersebut di letakan di atas Kloset yg
tidak tertutup sedangkan Badannya di gantung. Bola Matanya keluar degan Mulut yang
robek dipenuhi darahh kasar yang cukup Busukk.
Melihat keadaan
Nenek itu, air Mata Veebha jatuh bercucuran.
"Vee apa yang
kau Lihat ??" Tanya Paras
Veebha hanya
Tersenym kecil Menoleh ke arah Paras.
Kemudian dia
Melihat ke arah Ruangan itu tapi apa yang terjadi
Tiba-tiba sajaa
Maya itu Menghilang
Dan Membuat Veebha
kaget
"Kemna Mayat
itu ?? Apa Tadi aku salah Liat?? Ahh tidak Mungkin Jelas" aku Melihatnya
!!!" Bingung Vee
Vee Hanya
Menghelang nafas Panjang.
-Bersambung-
NB: No coment? No next!!
No comments:
Post a Comment